Novel- Novel Recomended . . .

saat twilight, ditemani musik- musik galau- dan sekaleng Nescaffe Latte dingin aku pengen sharing-sharing tentang novel-novel yang pengen aku baca.ada tiga novel dan semuanya karya Agatha Christy…

novel-novel tersebut berjudul: Nemesis, Cat among the Pigeons dan gerbang nasib.

dari segi judul… sangat menjual menurutku… bagi kamu yang penggemar Novel fiksi kriminal, novel-novel ini bagus buat dibaca* kapan yaa aku buat novel sebagus ini ? haha.

mari kita review satu persatu tentang ketiga novel tersebut!!!

1. nemesis

nemesis menceritakan tentang seorang gadis bernama Marple. suatu hari ia mendapatkan sepucuk surat dari temannya yang meninggal seminggu yang lalu. temannya tersebut mendesaknya untuk menyelidiki suatu kasus pembunuhan- namun, ia tak memberikan detail yang diperlukan. ia cuma berkata dalam suratnya, “BIARKAN KEADILAN MENGALIR BAGAIKAN AIR DAN KEBENARAN MENGALIR BAGAIKAN ARUS YANG KEKAL”. DAN MARPLE TAK TAHU DALAM HAL APAPUN Dan bagaimana kutipan itu berhubungan dengan dirinya. meskipun demikian, almarhum temannya menjulukinya “Nemesis”- Dewi Keadilan.

2. Kucing di tengah Burung Dara ( Cat among the Pigeons)

karya Agatha Christie ini dibuat pada tahun 1959.

Sebuah revolusi disusul kudeta di sebuah kerajaan di Timur Tengah membawa efek terbunuhnya tiga guru pengajar di Meadowbank, sekolah putri terbaik dan paling dihormati di Inggris. Hanya karena sepupu jauh sang raja yang terguling kebetulan bersekolah disana ? Kenapa harus guru guru, wanita wanita berdedikasi, pendidik, yang jauh dari hiruk pikuk politik.
Ya,ya,ya, seperti yang Poirot bilang, pembunuhan hanyalah imbas dari nafsu untuk menguasai kekayaan…..

Kerajaan Ramat, dengan rajanya Yang Mulia Pangeran Ali Yusuf, berpendidikan Inggris, diambang kejatuhan. Pada saat saat terakhir dia meminta sahabatnya, Bob Rawlinson, untuk menyampaikan sesuatu untuk seseorang di Inggris. Sebagai sahabat, Bob menyanggupi permintaan sahabatnya itu. Namun Tragedi baru saja dimulai.

Wasiat sang Raja, dengan mempertimbangkan keamanan, di sembunyikan dalam raket tenis seorang siswi Meadowbank. Sekedar improvisasi saja, karena pada suatu hari yang tak direncanakan, berada satu hotel dengan ibu sang siswi. Namun rahasia bocor ke tangan seorang agen yang licin, berbahaya, dan tak segan segan membunuh. Sang agen kemudian melamar sebagai guru di Meadowbank.Ia menjadi seorang kucing ditengah burung dara.

Pembunuhan pembunuhan disusul penculikan terjadi. Terhadap penculikan Poirot berkomentar :

….lutut seorang wanita yang berumur 23 atau 24 tidak akan pernah bisa dikelirukan dengan dengan lutut seorang gadis berumur 14 atau 15 tahun. Tapi sayang, tak seorangpun yang memperhatikan lututnya……( hal. 511)

Namun mengenai pembunuhan, tak disangka sangka motivasi perburuan harta karun sang Raja berkelindan dengan pembunuhan karena iri hati seorang guru. Keadaan bertambah buruk saja, dan martabat Meadowbank terancam ambruk.

Poirot bertindak. Bekerja sama dengan Mr. Robinson dan Kolonel Pikeway ( aha! ketemu lagi tokoh ini ) Meadowbank akhirnya mendapatkan solusi terbaik. Di ujung cerita, Poirot bertemu seorang ibu muda Inggris yang gamang :

……Dia beragama Islam dan dia bisa punya lebih dari seorang istri, dia pun tahu bahwa dia harus kembali……( hal 353)

Dan permata delima itulah yang kembali, bukti cinta sang Pangeran.

3. Gerbang Nasib

Freemasonry merupakan organisasi/ sekte paling tua dan mungkin paling populer sebagai sekte gelap yang sering diklaim mempengaruhi jalannya sejarah peradaban atau kejadian kejadian penting di muka bumi ini.

Dalam skala lebih kecil, Inggris pernah diguncang skandal dimana mahasiswa mahasiwa di berbagai universitas terkemukanya menganut faham komunis dan fasisme NAZI.
Dan yang lebih mencengangkan mereka bekerja tanpa dibayar untuk kepentingan asing tersebut. Agatha menulis novel ini dalam konteks sekitar serunya perang mata mata Inggris – Jerman sebelum perang dunia pertama meletus.

Oh, ya. Bila anda sudah jenuh dengan jejaka tua M Poirot dan perawan tua Jane Marple, novel ini memberikan suasana segar dengan tampilnya pasangan suami istri Tommy dan Tuppence sebagai sejoli detektif. Tapi tetap saja meraka kakek nenek yang sudah bercucu tiga !

Cerita dimulai dengan pasangan Mr. dan Mrs. Beresford yang membeli rumah Swallow Nest di Desa Hollowquay. Swallow Nest merupakan rumah tua. Pemilik terakhir juga melelang tiga peti buku buku tua sebagai ‘ bonus’ penjualan rumah. Tuppence yang iseng, membaca beberapa buku yang sudah berdebu dan menemukan pesan rahasia seseorang : Mary Jordan mati tidak wajar…..

Apa yang dimulai dengan keisengan tenyata menjurus serius. Penyelidikan yang dilakukan malah hampir membawa maut ketika Tuppence di tembak orang misterius di halaman rumahnya. Tidak berhasil ditembak, Tuppence diancam dengan cara lain.

Sebelum perang dunia pertama, Swallow Nest, dimiliki oleh keluarga Parkinson, seorang admiral angkatan laut. Tokoh lain yang cukup ternama di desa Hollowquay tersebut adalah seorang dokter ( Agatha tidak menyebut nama). Pihak Inggris mensinyalir dokter yang dikenal ramah tersebut adalah murid dari Jonathan Kane, Ideolog dengan paham paham baru, untuk mendirikan Inggris Baru. Lebih menakutkan lagi sang dokter sedang bereksperimen menciptakan senjata kimia dalam bentuk bakteri.

Maka dikirimlah Mary Jordan untuk memata matai sang dokter. Dia dititipkan pada keluarga Parkinson sebagai guru bagi Alexander Parkinson, anak sang admiral. Namun sang dokter bergerak cepat menghabisi Mary. Secara lihai pada saat itu dinyatakan bahwa Mary mati keracunan akibat mengkunsumsi sayur bayam yang dicampur dengan daun floxglove. Tak seorangpun curiga, kecuali sikecil Alexander yang menuliskan pesannya pada buku detektif yang ditemukan Tuppence enampuluh tahun kemudian : Mary Jordan mati tak wajar…

Sejarah berulang, enam dekade kemudian. Terusik dengan manuver Mrs. Beresford, cucu sang dokter nyaris menghabisi Tuppence dengan racun pula….(http://esanugrahaputra.blogspot.com/2011/09/agatha-christie-gerbang-nasib-postern.html)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s